Ritme indakan yang tak beraturan
Hannah Arendt, filsuf perempuan berdarah Yahudi lahir di Hannover, Jerman 14 Oktober 1906 dan meninggal di New York 4 Desember 1975. Sebagai seorang Yahudi, sejak kecil ia beserta keluarganya selalu dibayang- bayangi target genocide Nazi. Arendt dijuluki sebagai pemikir dan penulis yang kontroversial, complicated dalam kancah filsafat politik dunia, walaupun banyak tulisannya yang kurang sistematik. Membaca tulisan- tulisannya tampak jelas Arendt tidak saja membatasi diri dalam filsafat kontemporer tetapi ia juga jauh menembus pemikiran- pemikran sebelumnya bahkan sampai pada filsafat Yunani kuno. Arendt terinspirasi pemikir- pemikir seperti Aristoteles, Agustinus, Kant, Nietzsche, Jaspers serta para eksstensialis lainnya, dan tentu Heidegger sang pacar. Semacam kebiasaan Arendt selalu mengemukakan pertanyaan-pertanyaan yang kemudian ia berusaha menjawabnya. Tradisi ini sebenarnya sudah ada sejak Yunani kuno oleh Socrates yang kemudian metode ini diabadikan oleh Plato dalam ...